Penyebab Sakit Panas Dingin: Kenapa Tubuh Bisa Demam Disertai Menggigil?
Banyak orang pernah mengalami kondisi yang sering disebut sebagai “panas dingin”. Tubuh terasa demam, tetapi di saat yang sama muncul sensasi menggigil, meriang, atau kedinginan. Kondisi ini membuat badan terasa tidak nyaman, lemas, dan sulit beraktivitas.
Lalu sebenarnya, apa penyebab sakit panas dingin? Apakah selalu berbahaya? Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami mengenai penyebab, gejala, serta kapan harus waspada.
Apa Itu Panas Dingin?
Istilah panas dingin bukan istilah medis resmi, melainkan istilah umum yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan kondisi:
- Suhu tubuh meningkat (demam)
- Disertai menggigil atau merasa kedinginan
- Badan terasa meriang
- Kadang disertai sakit kepala dan pegal
Secara medis, kondisi ini biasanya merupakan respons tubuh terhadap infeksi atau peradangan.
Mengapa Saat Demam Tubuh Justru Menggigil?
Banyak orang bingung, mengapa saat suhu tubuh naik justru terasa dingin?
Penjelasannya sederhana. Ketika tubuh mendeteksi adanya infeksi, otak (tepatnya bagian hipotalamus) akan menaikkan “set point” suhu tubuh untuk melawan kuman. Saat suhu tubuh sedang naik menuju target baru tersebut, tubuh akan:
- Menggigil untuk menghasilkan panas
- Menyempitkan pembuluh darah di kulit
- Membuat kita merasa kedinginan
Setelah suhu tercapai, rasa menggigil biasanya berkurang.
1. Infeksi Virus
Penyebab paling umum panas dingin adalah infeksi virus.
Beberapa contoh:
- Flu
- Pilek
- COVID-19
- Infeksi saluran pernapasan
Gejala yang biasanya menyertai:
- Demam
- Batuk
- Pilek
- Sakit tenggorokan
- Badan pegal
Infeksi virus umumnya sembuh sendiri dalam beberapa hari dengan istirahat cukup dan asupan cairan yang baik.
2. Infeksi Bakteri
Selain virus, infeksi bakteri juga bisa menyebabkan panas dingin.
Contohnya:
- Infeksi saluran kemih
- Radang tenggorokan akibat bakteri
- Pneumonia
- Tifus
Gejalanya bisa lebih berat dibanding infeksi virus, seperti:
- Demam tinggi
- Menggigil hebat
- Nyeri pada area tertentu
- Lemas berat
Infeksi bakteri biasanya membutuhkan antibiotik sesuai anjuran dokter.
3. Tifus (Demam Tifoid)
Tifus adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran pencernaan.
Gejala khas:
- Demam naik turun
- Menggigil
- Sakit kepala
- Nyeri perut
- Nafsu makan menurun
- Tubuh lemas
Tifus perlu pemeriksaan dan pengobatan medis yang tepat agar tidak menimbulkan komplikasi.
4. Malaria
Di daerah tertentu, malaria bisa menjadi penyebab panas dingin yang khas.
Ciri khas malaria:
- Demam tinggi mendadak
- Menggigil hebat
- Berkeringat setelahnya
- Pola demam berulang
Malaria disebabkan oleh parasit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan memerlukan penanganan segera.
5. Kelelahan dan Daya Tahan Tubuh Menurun
Tubuh yang terlalu lelah atau kurang istirahat bisa membuat sistem imun melemah. Saat daya tahan tubuh menurun, infeksi lebih mudah terjadi dan memicu demam serta menggigil.
Faktor pemicu:
- Kurang tidur
- Stres berat
- Pola makan tidak teratur
- Kurang nutrisi
Istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga keseimbangan sistem imun.
6. Dehidrasi
Kurang cairan dalam tubuh dapat mengganggu regulasi suhu tubuh. Akibatnya, tubuh lebih rentan mengalami demam ringan disertai rasa menggigil.
Tanda dehidrasi:
- Mulut kering
- Jarang buang air kecil
- Urine berwarna pekat
- Pusing
Minum air putih yang cukup sangat membantu mencegah kondisi ini.
7. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih sering kali tidak disadari sebagai penyebab panas dingin.
Gejalanya:
- Demam
- Menggigil
- Nyeri saat buang air kecil
- Anyang-anyangan
- Nyeri perut bagian bawah
Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dan memerlukan pengobatan medis.
8. Radang Amandel atau Tenggorokan
Radang tenggorokan akibat infeksi bisa menyebabkan demam dan menggigil.
Biasanya disertai:
- Sakit saat menelan
- Suara serak
- Amandel bengkak
- Badan terasa lemah
Jika disebabkan oleh bakteri, dokter mungkin akan memberikan antibiotik.
9. Respons Tubuh terhadap Peradangan
Kadang panas dingin muncul sebagai respons tubuh terhadap peradangan non-infeksi, seperti:
- Penyakit autoimun
- Reaksi alergi berat
- Cedera serius
Meski lebih jarang, kondisi ini tetap perlu evaluasi medis jika gejala berlangsung lama.
Gejala yang Sering Menyertai Panas Dingin
Selain demam dan menggigil, biasanya muncul gejala lain seperti:
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Keringat berlebih
- Nafsu makan menurun
- Tubuh terasa lemah
- Mual
Gejala tambahan ini membantu dokter menentukan penyebab yang lebih spesifik.
Kapan Harus Waspada?
Panas dingin umumnya bukan kondisi berbahaya jika disebabkan infeksi ringan. Namun segera periksa ke dokter jika:
- Demam lebih dari 3 hari
- Suhu di atas 39°C
- Menggigil sangat hebat
- Disertai sesak napas
- Nyeri dada
- Kejang
- Kesadaran menurun
Anak-anak, lansia, dan ibu hamil perlu perhatian lebih karena lebih rentan terhadap komplikasi.
Cara Mengatasi Panas Dingin di Rumah
Jika gejala masih ringan, beberapa langkah berikut bisa membantu:
- Istirahat yang cukup.
- Perbanyak minum air putih.
- Konsumsi makanan bergizi.
- Gunakan pakaian yang nyaman.
- Kompres hangat jika demam tinggi.
- Konsumsi obat penurun demam sesuai aturan.
Namun jika gejala memburuk, jangan tunda untuk mencari bantuan medis.
Cara Mencegah Panas Dingin
Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
- Menjaga kebersihan tangan.
- Mengonsumsi makanan bergizi.
- Cukup tidur.
- Olahraga teratur.
- Menghindari kontak dengan orang sakit.
- Vaksinasi sesuai anjuran.
Sistem imun yang kuat adalah perlindungan terbaik dari berbagai infeksi.
Kesimpulan
Panas dingin umumnya merupakan respons tubuh terhadap infeksi virus, bakteri, atau kondisi lain yang memicu peradangan. Rasa menggigil saat demam terjadi karena tubuh sedang menaikkan suhu untuk melawan kuman.
Sebagian besar kasus panas dingin tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan istirahat serta perawatan sederhana. Namun penting untuk mengenali tanda bahaya agar bisa mendapatkan penanganan tepat waktu.
Dengan menjaga pola hidup sehat dan daya tahan tubuh, risiko mengalami panas dingin dapat diminimalkan. Jika gejala tidak membaik atau terasa berat, konsultasikan dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami penyebab sakit panas dingin dan cara mengatasinya dengan tepat.