Apa Penyebab Sakit Gigi? Ini Penjelasan Lengkap dan Mudah Dipahami
Sakit gigi adalah salah satu jenis rasa nyeri yang paling mengganggu. Rasa sakitnya bisa ringan hingga sangat hebat, bahkan membuat sulit makan, berbicara, dan tidur. Tidak jarang, sakit gigi datang tiba-tiba dan membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
Namun sebenarnya, apa penyebab sakit gigi? Mengapa rasa nyerinya bisa begitu menyiksa? Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai penyebab sakit gigi, faktor risiko, serta penjelasan medis di baliknya.
Mengapa Sakit Gigi Terasa Sangat Nyeri?
Gigi memiliki lapisan pelindung yang disebut email (enamel). Di bawahnya terdapat dentin, dan lebih dalam lagi ada pulpa yang berisi saraf dan pembuluh darah. Ketika lapisan pelindung rusak dan saraf di dalam pulpa terpapar atau meradang, rasa nyeri akan muncul.
Karena saraf di gigi sangat sensitif, sedikit saja peradangan bisa menimbulkan rasa sakit yang tajam dan berdenyut.
1. Gigi Berlubang (Karies)
Penyebab paling umum sakit gigi adalah gigi berlubang.
Gigi berlubang terjadi ketika:
- Sisa makanan menempel di gigi
- Bakteri berkembang biak
- Bakteri menghasilkan asam
- Asam merusak enamel
Jika lubang semakin dalam dan mencapai saraf, rasa sakit akan muncul, terutama saat:
- Mengunyah makanan
- Minum yang manis
- Mengonsumsi minuman panas atau dingin
Semakin lama tidak ditangani, lubang akan semakin besar dan nyeri bertambah parah.
2. Infeksi atau Abses Gigi
Infeksi gigi terjadi ketika bakteri masuk ke pulpa dan menyebabkan peradangan serius. Jika tidak diobati, infeksi bisa membentuk kantong nanah yang disebut abses.
Gejala abses gigi meliputi:
- Nyeri berdenyut hebat
- Bengkak pada gusi atau pipi
- Demam
- Bau mulut tidak sedap
- Rasa tidak enak di mulut
Infeksi gigi termasuk kondisi yang serius dan memerlukan penanganan dokter gigi sesegera mungkin.
3. Gusi Meradang (Gingivitis dan Periodontitis)
Sakit gigi tidak selalu berasal dari gigi itu sendiri. Gusi yang meradang juga bisa menimbulkan rasa nyeri.
Radang gusi biasanya disebabkan oleh:
- Penumpukan plak
- Kebersihan mulut yang buruk
- Jarang menyikat gigi
- Jarang menggunakan benang gigi
Jika radang gusi semakin parah (periodontitis), jaringan dan tulang penyangga gigi bisa rusak, menyebabkan gigi goyang dan terasa sakit saat ditekan.
4. Gigi Sensitif
Gigi sensitif terjadi ketika lapisan enamel menipis atau akar gigi terbuka. Akibatnya, dentin yang lebih sensitif menjadi terpapar.
Penyebab gigi sensitif antara lain:
- Menyikat gigi terlalu keras
- Menggunakan sikat berbulu kasar
- Konsumsi makanan asam berlebihan
- Gusi menyusut
Rasa nyeri biasanya muncul saat mengonsumsi:
- Minuman dingin
- Minuman panas
- Makanan manis
- Makanan asam
Nyeri biasanya tajam tetapi singkat.
5. Gigi Retak atau Patah
Gigi yang retak atau patah dapat menyebabkan rasa sakit, terutama saat menggigit atau mengunyah.
Penyebab gigi retak:
- Menggigit benda keras
- Cedera atau benturan
- Kebiasaan menggemeretakkan gigi (bruxism)
Retakan kecil mungkin tidak terlihat, tetapi tetap bisa menyebabkan rasa nyeri yang mengganggu.
6. Gigi Bungsu Tumbuh
Pertumbuhan gigi bungsu sering menjadi penyebab sakit gigi, terutama jika ruang di rahang sempit.
Masalah yang sering terjadi:
- Gigi tumbuh miring
- Gigi terjebak di dalam gusi (impaksi)
- Infeksi di sekitar gigi
Gejalanya meliputi:
- Nyeri di bagian belakang rahang
- Gusi bengkak
- Sulit membuka mulut
- Nyeri saat mengunyah
7. Penumpukan Plak dan Karang Gigi
Plak yang tidak dibersihkan akan mengeras menjadi karang gigi. Karang gigi bisa:
- Mengiritasi gusi
- Menyebabkan peradangan
- Membuat gigi terasa ngilu
Karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan menyikat biasa dan perlu dibersihkan oleh dokter gigi melalui scaling.
8. Kebiasaan Buruk yang Merusak Gigi
Beberapa kebiasaan dapat meningkatkan risiko sakit gigi, seperti:
- Jarang menyikat gigi
- Tidak berkumur setelah makan
- Mengonsumsi makanan manis berlebihan
- Merokok
- Menggigit kuku atau benda keras
Kebiasaan ini mempercepat kerusakan gigi dan meningkatkan risiko infeksi.
9. Masalah Sinus
Menariknya, sakit gigi kadang bukan berasal dari gigi. Infeksi sinus, terutama di bagian atas, bisa menekan akar gigi atas dan menimbulkan rasa nyeri yang mirip sakit gigi.
Biasanya disertai:
- Hidung tersumbat
- Sakit kepala
- Tekanan di wajah
Jika sakit gigi disertai gejala sinus, sebaiknya konsultasi ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
10. Efek Setelah Perawatan Gigi
Kadang sakit gigi muncul setelah prosedur seperti:
- Tambal gigi
- Pembersihan karang gigi
- Pemasangan behel
Biasanya rasa ngilu bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa hari.
Faktor Risiko Sakit Gigi
Beberapa faktor yang meningkatkan risiko sakit gigi antara lain:
- Kebersihan mulut buruk
- Pola makan tinggi gula
- Kurang minum air
- Tidak rutin periksa ke dokter gigi
- Penyakit tertentu seperti diabetes
Pencegahan jauh lebih mudah daripada pengobatan.
Cara Mencegah Sakit Gigi
Agar terhindar dari sakit gigi, lakukan langkah berikut:
- Sikat gigi minimal dua kali sehari.
- Gunakan pasta gigi berfluoride.
- Bersihkan sela gigi dengan benang gigi.
- Kurangi konsumsi makanan manis.
- Minum air putih yang cukup.
- Periksa gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali.
Kebiasaan sederhana ini sangat efektif mencegah kerusakan gigi.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera periksakan diri jika:
- Nyeri berlangsung lebih dari 2 hari
- Ada pembengkakan
- Demam muncul
- Sulit menelan atau bernapas
- Nyeri sangat hebat dan tidak tertahankan
Penanganan cepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kesimpulan
Sakit gigi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gigi berlubang, infeksi, radang gusi, gigi sensitif, hingga pertumbuhan gigi bungsu. Rasa nyerinya muncul karena saraf di dalam gigi sangat sensitif terhadap peradangan dan tekanan.
Menjaga kebersihan mulut dan rutin memeriksakan gigi adalah langkah terbaik untuk mencegah sakit gigi. Jangan menunggu hingga rasa sakit menjadi parah, karena masalah kecil pada gigi bisa berkembang menjadi infeksi serius jika diabaikan.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami apa penyebab sakit gigi dan bagaimana cara mencegahnya sejak dini.