Pengertian Angin Duduk dan Bahayanya: Kenali Gejala dan Risikonya Sejak Dini
Istilah angin duduk sering digunakan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan kondisi nyeri dada yang datang tiba-tiba. Banyak orang mengira angin duduk hanyalah “masuk angin biasa” yang menyerang bagian dada. Padahal, dalam dunia medis, angin duduk bisa menjadi tanda kondisi serius yang berkaitan dengan jantung.
Lalu, sebenarnya apa pengertian angin duduk dan apa saja bahayanya? Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami agar Anda lebih waspada terhadap kondisi ini.
Apa Itu Angin Duduk?
Secara medis, angin duduk dikenal sebagai angina pectoris. Ini adalah kondisi nyeri dada yang terjadi karena aliran darah ke otot jantung berkurang.
Jantung membutuhkan suplai oksigen yang cukup agar dapat bekerja dengan baik. Ketika pembuluh darah koroner menyempit atau tersumbat sebagian, aliran oksigen ke jantung terganggu. Akibatnya, muncul rasa nyeri atau tekanan di dada.
Jadi, angin duduk bukanlah “angin” yang masuk ke dalam tubuh, melainkan gangguan pada pembuluh darah jantung.
Mengapa Disebut Angin Duduk?
Istilah angin duduk muncul dari pengalaman banyak orang yang merasakan:
- Dada terasa sesak
- Nyeri seperti ditekan
- Sulit bernapas
- Rasa tidak nyaman muncul saat duduk atau istirahat
Namun, istilah ini sering menimbulkan salah paham karena terdengar seperti gangguan ringan. Padahal, angina pectoris bisa menjadi tanda awal penyakit jantung koroner.
Gejala Angin Duduk
Gejala angin duduk dapat berbeda pada setiap orang, tetapi umumnya meliputi:
- Nyeri dada seperti ditekan atau tertimpa beban berat
- Rasa panas atau terbakar di dada
- Nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung
- Sesak napas
- Mual
- Keringat dingin
- Lemas mendadak
Nyeri biasanya berlangsung beberapa menit dan dapat membaik dengan istirahat.
Jenis-Jenis Angin Duduk
Secara medis, angina dibagi menjadi beberapa jenis:
1. Angina Stabil
Terjadi saat aktivitas fisik atau stres emosional. Nyeri biasanya hilang setelah istirahat.
2. Angina Tidak Stabil
Terjadi secara tiba-tiba dan bisa muncul saat sedang istirahat. Kondisi ini lebih berbahaya karena bisa menjadi tanda serangan jantung.
3. Angina Varian (Prinzmetal)
Disebabkan oleh kejang pembuluh darah koroner. Biasanya terjadi saat istirahat, terutama malam atau dini hari.
Angina tidak stabil adalah kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan segera.
Apa Penyebab Angin Duduk?
Penyebab utama angin duduk adalah penyempitan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak lemak, yang disebut aterosklerosis.
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terkena angin duduk antara lain:
- Kolesterol tinggi
- Tekanan darah tinggi
- Diabetes
- Merokok
- Obesitas
- Kurang olahraga
- Riwayat keluarga penyakit jantung
- Stres berkepanjangan
Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki seseorang, semakin tinggi kemungkinan terkena gangguan jantung.
Bahaya Angin Duduk
Banyak orang menganggap angin duduk sebagai gangguan ringan. Padahal, bahayanya bisa sangat serius.
1. Risiko Serangan Jantung
Angin duduk bisa menjadi tanda awal serangan jantung. Jika aliran darah benar-benar terhenti, otot jantung bisa rusak permanen.
Serangan jantung ditandai dengan:
- Nyeri dada hebat lebih dari 20 menit
- Nyeri tidak membaik dengan istirahat
- Sesak napas berat
- Keringat dingin berlebihan
- Pingsan
Kondisi ini memerlukan penanganan darurat segera.
2. Kerusakan Otot Jantung
Kurangnya suplai oksigen dalam waktu lama dapat merusak jaringan jantung. Kerusakan ini bisa menyebabkan gangguan fungsi jantung permanen.
3. Gagal Jantung
Jika kerusakan jantung terjadi berulang, kemampuan jantung memompa darah bisa menurun dan menyebabkan gagal jantung.
4. Gangguan Irama Jantung
Angin duduk juga bisa memicu gangguan irama jantung (aritmia) yang berpotensi mengancam nyawa.
Perbedaan Angin Duduk dan Masuk Angin
Banyak orang sulit membedakan keduanya.
Masuk angin:
- Biasanya disertai perut kembung
- Tidak menjalar ke lengan
- Tidak menyebabkan nyeri dada berat
- Tidak berkaitan dengan gangguan jantung
Angin duduk:
- Nyeri dada seperti ditekan
- Bisa menjalar ke lengan kiri atau rahang
- Disertai sesak napas
- Berhubungan dengan jantung
Jika ragu, lebih baik segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera cari bantuan medis jika mengalami:
- Nyeri dada mendadak dan berat
- Nyeri lebih dari 15–20 menit
- Sesak napas hebat
- Pusing atau pingsan
- Keringat dingin berlebihan
Jangan menunda, karena penanganan cepat sangat menentukan keselamatan.
Cara Mencegah Angin Duduk
Pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Berikut langkah yang dapat dilakukan:
- Berhenti merokok.
- Jaga berat badan ideal.
- Rutin olahraga minimal 30 menit sehari.
- Konsumsi makanan sehat rendah lemak jenuh.
- Kontrol tekanan darah dan gula darah.
- Kelola stres dengan baik.
- Periksa kesehatan secara rutin.
Gaya hidup sehat dapat menurunkan risiko penyakit jantung secara signifikan.
Apakah Angin Duduk Bisa Disembuhkan?
Pengobatan tergantung pada tingkat keparahan kondisi. Dokter dapat memberikan:
- Obat untuk melebarkan pembuluh darah
- Obat penurun kolesterol
- Obat pengencer darah
- Prosedur pemasangan ring jantung
- Operasi bypass jantung dalam kasus berat
Penanganan yang tepat dapat membantu mengontrol kondisi dan mencegah komplikasi.
Kesimpulan
Angin duduk atau angina pectoris adalah kondisi nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke jantung. Meskipun sering dianggap sebagai gangguan ringan, angin duduk dapat menjadi tanda awal penyakit jantung yang serius.
Bahaya angin duduk meliputi risiko serangan jantung, kerusakan otot jantung, hingga gangguan irama jantung yang mengancam nyawa. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala dan faktor risikonya sejak dini.
Jika mengalami nyeri dada yang mencurigakan, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis. Menjaga pola hidup sehat adalah langkah terbaik untuk mencegah angin duduk dan melindungi kesehatan jantung Anda.
Semoga artikel ini membantu Anda memahami pengertian angin duduk dan bahayanya sehingga dapat lebih waspada dan menjaga kesehatan dengan lebih baik.