Bukan Film Fantasi, Indonesia Punya Kawasan yang Tanah dan Batunya Terlihat Seperti Planet Lain
Kalau selama ini tempat yang kelihatan kayak planet lain cuma bisa ditemukan di film sci-fi, Indonesia ternyata punya versi nyatanya. Namanya Kawah Wurung, sebuah kawasan di Bondowoso, Jawa Timur, yang berada di lingkungan vulkanik Ijen. Dari kejauhan, perpaduan cekungan luas, bukit, tanah vulkanik, dan batuan di sana memang bikin suasananya terasa seperti bukan di Bumi. Uniknya lagi, pemandangan tersebut bukan hasil efek CGI, melainkan hasil proses geologi yang berlangsung sangat lama. Kawah Wurung sendiri merupakan bagian dari kawasan vulkanik kompleks yang terbentuk oleh aktivitas gunung api di sekitar Ijen.
Beberapa hal unik yang bikin Kawah Wurung terasa seperti planet lain:
• “Kawah yang Tidak Jadi”
Nama Wurung dalam bahasa Jawa berkaitan dengan sesuatu yang tidak jadi atau gagal. Bentuk kawasannya berupa cekungan besar dengan perbukitan di sekelilingnya, bukan kawah aktif dengan danau lava atau genangan belerang seperti gambaran kawah vulkanik pada umumnya.
• Tanahnya benar-benar punya cerita vulkanik
Kawasan ini tersusun dari material yang berkaitan dengan aktivitas gunung api, termasuk material vulkanik dan batuan dari sistem gunung api di sekitar Kaldera Ijen. Jadi, warna dan tekstur tanah maupun batunya bukan sekadar faktor estetika, tetapi merupakan rekaman aktivitas bumi di masa lalu.
• Bentuk bukitnya tidak biasa
Kawah Wurung memiliki morfologi perbukitan yang oleh sumber geologi kawasan Ijen disebut memiliki tampilan seperti “Teletubbies”. Bukit-bukit tersebut terbentuk dalam lingkungan vulkanik yang kompleks sehingga menghasilkan lanskap bergelombang yang cukup berbeda dari pegunungan biasa.
• Lanskapnya terus berubah
Batuan dan material vulkanik di kawasan seperti ini relatif mudah mengalami pelapukan dan erosi. Air hujan, perubahan suhu, serta proses permukaan secara perlahan terus membentuk ulang kontur tanah dan batuannya. Artinya, bentuk lanskap yang terlihat sekarang sebenarnya merupakan hasil proses yang masih berlangsung.
Yang menarik, sensasi “planet lain” di Kawah Wurung justru muncul karena tempat ini memperlihatkan bagaimana bumi bekerja dari sisi yang jarang kita lihat. Material vulkanik yang awalnya berasal dari aktivitas gunung api kemudian mengalami pelapukan, erosi, dan perubahan bentuk selama waktu yang panjang. Karena berada di kawasan vulkanik, jenis batuan dan tanahnya pun berbeda dengan daerah yang tidak memiliki sejarah aktivitas gunung api. Hal serupa sebenarnya bisa ditemukan di berbagai kawasan vulkanik Indonesia. Di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, misalnya, material abu, pasir vulkanik, tuf, dan batuan vulkanik membentuk bentang alam yang sangat khas. Struktur material tersebut bahkan membuat sebagian permukaannya relatif mudah mengalami erosi. Jadi, ketika kamera menangkap tanah bertekstur unik, batuan berwarna kontras, dan bukit yang bentuknya tidak biasa, sebenarnya kita sedang melihat “arsip” proses geologi yang berlangsung selama waktu yang sangat panjang. Inilah alasan kawasan vulkanik sering terasa seperti dunia lain: bukan karena aneh, tetapi karena proses pembentukannya memang menghasilkan lanskap yang ekstrem.
Pada akhirnya, Indonesia memang nggak perlu efek CGI untuk punya pemandangan ala planet asing. Kawah Wurung membuktikan bahwa aktivitas gunung api, pelapukan, dan erosi bisa menciptakan lanskap yang kelihatan absurd tetapi sepenuhnya alami. Kalau suatu hari ada film tentang planet asing yang syuting di Indonesia, tempat seperti ini rasanya nggak perlu banyak diedit lagi.